CARA MITSUBISHI MENGHINDARI TERJERUMUS DI LUBANG YANG SAMA

Pepatah mengatakan, hanya keledai yang akan terjerumus pada lubang yang sama. Demi menghindari kejadian ini, Mitusbishi Motors Corporation mengambil langkah serius terkait kasus pemalsuan data jarak tempuh kendaraan di Jepang, April 2016 lalu.

Skandal ini mencoreng citra perusahaan di dunia industri otomotif dunia. Empat bulan pasca terkuaknya kasus ini,  Mitsubishi mesti menanggung kerugian sampai 129,7 miliar yen atau Rp 15,11 triliun.

Pemerintah Jepang kemudian mengambil keputusan untuk melarang Mitsubishi menjual beberapa produknya, dan diizinkan kembali setelah memperbaiki data yang salah. Masih dalam proses perbaikan, Mitsubishi kali ini dalam tahap finalisasi 31 langkah untuk mencegah hal tersebut terulang.

Mengutip Nikkei, Jumat (10/3/2017) 31 regulasi internal yang dipantau dan dilaporkan kepada Kementerian Transportasi Jepang, setidaknya sudah ada 23 poin yang berhasil direvisi dan dijalankan pihak Mitsubishi. Sementara delapan lagi, termasuk pengujian manual dan pelatihan ulang untuk pekerja, baru akan siap diimplementasikan mulai 1 April 2017.

“Kami sedang mengkaji struktur organisasi kami, dengan mata kami mengarak ke Nissan Motor, yang telah memasuki kemitraan modal dengan Mitsubishi Motors,” ujar Osamu Masuko, Presiden Mitsubishi Motors.

Juri ahli juga telah direkrut, untuk bisa memeriksa perubahan pada pengujian manual. Manajer dan staf di divisi pengembangan akan menjalani pelatihan ulang, untuk meningkatkan kemampuan manajemen dan kecakapan teknis. Struktur organisasi pada divisi tersebut, juga akan disederhanakan, demi memudahkan komunikasi dan pengambilan keputusan.

Mitsubishi Motors akan terus melaporkan kepada Kementerian Transportasi secara berkala, terkait dengan efek yang terjadi dari semua perubahan, yang tentunya diharap bakal menuju perbaikan.

 

sumber: http://otomotif.kompas.com/read/2017/03/11/094200715/cara.mitsubishi.menghindar.terjerumus.di.lubang.yang.sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *